pukul dua belas tiga puluh siang itu
senyum itu tepat di hadapanku
aku ta tau apa yang aku rasa
senang? malu? bangga?
atau mungkin sebenarnya biasa saja?
'harapan' itu terlalu besar
tapi kenyataan itu .. hemm
kecewa? pasti
rasa itu kembali datar
seperti tanpa harapan
dan memang ta ada harapan
aku tau Tuhan itu satu
tapi kita?
aku yakin takkan satu
ya sudahlah
impian itu ta selamanya indah bukan?
ini awal untuk coba ukir mimpi lain
coba lepaskan senyum dan 'cinta' itu
biarkan berlalu begitu saja
dan aku?
akan tetap baik-baik saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar